Hubungan antara dokter dengan pasien menunjukkan bahwa dokter memiliki posisi yang dominan, sedangkan pasien hanya memiliki sikap yang pasif menunggu tanpa wewenang untuk melawan. Posisi demikian secara historis berlangsung selama bertahun-tahun dimana dokter memegang peranan utama, baik secara pengetahuan dan keterampilan khusus yang ia miliki, maupun karena kewibawaan yang dibawa olehnya karena ia merupakan bagian kecil dari masyarakat yang semenjak bertahun-tahun berkedudukan sebagai pihak yang memiliki otoritas dibidang dalam memberikan bantuan pengobatan berdasarkan kepercayaan penuh pasien. Skripsi ini membahas permasalahan yang dihadapi pasien dalam mendapatkan perlindungan hukum dari kesalahan prosedur yang dilakukan oleh dokter. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dokter yang diberikan kepercayaan penuh oleh pasien haruslah memperhatikan baik buruknya tindakan dan selalu berhati-hati dalam melaksanakan tindakan medis. Dari tindakan medis tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi suatu kesalahan atau kelalaian. Kesalahan dan kelalaian yang dilakukan oleh dokter dapat membahayakan pasien dan merugikan pasien, dan pasien dapat meminta ganti rugi kepada dokter yang bersangkutan. Serta peran rumah sakit yang ikut bertanggung jawab atas kesalahan dokter yang dilakukan di rumah sakit yang bersangkutan.

ID Koleksi: |
38768 |
Jenis Koleksi: |
Skripsi |
Pengarang: |
|
NPM: |
503001928 |
Jurusan: |
PK 1 (Hukum Perdata) |
Program Studi: |
Ilmu Hukum |
Pembimbing: |
Suharnoko, SH., MLI. Pembimbing I,Wahyu Adrianto, SH., MH. (Pembimbing II) |
Nomor Panggil: |
PK 1-0000005 DIGITAL/HARDCOPY |
Pemilik: |
PDRH FHUI |
Kota Penerbitan: |
Depok |
Tahun: |
2009 |
Lokasi: |
FHUI Depok |
Keyword: |
|
Softcopy: |
|
Abstrak: |
Ketersediaan
Eksemplar: 1 dari 1
Tersedia di: PDRH FHUI Depok
Dilihat: 1251 kali
Pinjam Koleksi ini*Harus login menggunakan akun SSO kamu yah!
PDRH-FHUI